PURWAKARTA – Top Rekor Indonesia kembali mencatatkan rekor baru di bidang pendidikan dengan menganugerahkan penghargaan atas sembilan inovasi pendidikan yang digagas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 Provinsi Jawa Barat. Pencatatan rekor tersebut digelar di Aula SMK Negeri 1 Purwakarta, Jalan Industri, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/3/2023).
Presiden Top Rekor Indonesia, Maya Agustini, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan atas inovasi yang dinilai memiliki dampak luas dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
“Yang ada sebuah inovasi yang sangat berguna untuk khalayak banyak, bukan cuma hari ini bergunanya tetapi juga untuk yang akan datang. Sembilan inovasi ini memberikan manfaat kepada 99.999 siswa. Saya berharap ini terus meningkat sampai ke seluruh Indonesia,” ujar Maya.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian acara pisah kenal Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Kegiatan ini turut dihadiri para kepala sekolah, guru, serta perwakilan peserta didik dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.
Peraih Rekor Top Rekor Indonesia, Ai Nurhasan, AP., M.Si., menegaskan bahwa esensi dari penghargaan ini bukan semata-mata pada seremoni penganugerahan, melainkan sebagai pemacu semangat inovasi di kalangan insan pendidikan.
“Saya kira bukan tentang penganugerahannya, tetapi yang penting ini memberikan dorongan agar kita warga pendidikan terus berinovasi agar pendidikan semakin baik. Pendidikan bukan hanya tentang belajar mengajar, tetapi bagaimana siswa mengenal lingkungannya dan memahami kehidupan yang sebenarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi pendidikan harus mampu membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian serta respons terhadap lingkungan sosial masyarakat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 periode sebelumnya juga menekankan bahwa pencatatan rekor ini menjadi momentum penting untuk terus mendorong pembaruan dalam berbagai aspek pendidikan, termasuk penguatan karakter dan pembelajaran kontekstual.
Dengan adanya sembilan inovasi tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin meningkat dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
