test

Soroti Kasus Maya IBN, Ketum ASPPA Sesalkan Sikap Tidak Gentleman Wisnu Wijayanta



Ketua Umum Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak (ASPPA), Puji Purwati, turut menyoroti kasus prahara rumah tangga yang dialami aktivis sosial dan pemerhati anak, Maya Agustini atau yang akrab disapa Maya IBN (Istana Bocah Nusantara).

Puji Purwati menilai, kasus yang dialami Maya IBN saat ini bukan sekadar persoalan keretakan rumah tangga saja, namun juga menyangkut diinjak-injaknya harga diri seorang perempuan yang selama lebih dari 20 tahun setia melayani, mendampingi, dan menjaga privasi sang suami, namun diperlakukan bak sampah yang ketika sudah tidak diminati, lalu dibuang dan diacuhkan begitu saja.

"Saya sudah berkomunikasi baik dengan Maya IBN dan Saya sangat menyesalkan sikap Wisnu Wijayanta yang tidak gentleman sebagai suami Maya. Dikala istrinya sedang dalam masa pemulihan paska koma dan operasi, kok dia malah meninggalkan dan menggugat cerai istrinya ke PA Depok melalui kuasa hukum, bahkan hingga pembacaan ikrar talak pun saat sidang putusan, Wsnu tidak berani muncul dan hanya diwakili kuasa hukumnya saja," ujar Puji Purwati kepada KM (16/9).

"Yang konyolnya lagi, kenapa majelis hakim tidak mampu menghadirkan Wisnu sekali pun di persidangan, padahal itu yang sangat dinanti Maya untuk mendengar langsung alasan gugatannya tersebut yang sejak awal hanya berdasarkan keterangan dari kuasa hukum nya Wisnu saja," tambahnya.

"Kesaksian orang tua dan adiknya Wisnu di persidangan juga perlu dipertanyakan kembali, karena nyatanya, Maya yang selalu berupaya berkomunikasi dan menemui pihak keluarga Wisnu tidak pernah direspon, bahkan saat dirinya sengaja jauh-jauh mendatangi kediaman mertuanya di Jogja hanya diperkenankan ke ruang tamu dan kemudian diberi ongkos pulang tanpa diberikan kesempatan sedikitpun untuk membicarakan persoalan rumah tangganya. Sementara mereka di persidangan dan dihadapan majelis hakim berani mengatakan sudah berusaha memediasi, apakah itu namanya bukan memberikan kesaksian palsu?? hati-hati loh itu bisa dipidanakan," jelasnya.

Lebih lanjut Puji Purwati menerangkan, bahwa kondisi Maya Agustini hingga saat ini masih dalam kondisi mengalami berbagai gangguan penyakit.

"Mohon doa, dukungan, dan pantauan semua pihak yang peduli, intinya Saya akan mendampingi beliau hingga tuntas untuk terus memperjuangkan hak-hak dan kehormatannya sebagai seorang perempuan," pungkas Puji Purwati.

Sebagai informasi, Maya Agustini saat sedang dalam proses pemulihan kesehatan fisik dan mental paska menjalani tiga kali operasi perlekatan usus sehingga mengalami pendarahan otak dan sepsis. Ginjal nya pun ikut terdampak dan saat ini hanya berfungsi 30% saja.

Mirisnya, di tengah perjuangannya tersebut, sang suami yang juga sempat hilang berbulan bulan tanpa kabar, tiba-tiba muncul di Pengadilan Agama Kota Depok didampingi kuasa hukum dan beberapa pengawalnya untuk memuluskan proses gugatan cerai. Kondisi tersebut membuat Bunda Maya IBN sangat terpukul dan semakin berat menjalani kehidupannya dengan besarnya biaya pengobatan rutin setiap bulan.

Hingga kini, meski dalam kondisi sakit dan tekanan psikologis yang berat, Maya Agustini masih terus berjuang melanjutkan proses gugatan dan laporan polisi terhadap Wisnu Wijayanta beserta pengacaranya, termasuk kepada pihak-pihak terkait lainnya yang secara sistematis ikut membuat dirinya mengalami kerugian materil dan non materil.

Reporter: Drajat- kupasmerdeka.com

Ads

Ad Banner
Diberdayakan oleh Blogger.