test

Maya IBN Alami Kegundahan Selama Persidangan



Maya IBN mengungkapkan pengalamannya menjalani proses perceraian yang berlangsung sejak November hingga Maret. Akta disebut ditandatangani pada 13 November, kemudian berkas masuk ke pengadilan pada 14 November. Surat panggilan sidang diterima pada 19 November, dan proses persidangan berjalan hingga putusan keluar pada bulan Maret.

 

Selama kurang lebih empat bulan tersebut, ia mengaku lebih banyak beraktivitas di rumah dan fokus pada ibadah. Dalam keterangannya, ia menyebut mengalami kondisi psikologis yang tidak stabil, seperti perasaan linglung, labil, serta kebingungan terhadap dirinya sendiri.

 

Ia juga sempat menjalani perawatan medis dan mendapatkan terapi obat. Namun, menurut penuturannya, obat yang diberikan justru menimbulkan efek samping seperti rasa kantuk berlebihan dan gangguan keseimbangan. Ia mengaku menjadi lebih sensitif terhadap keramaian dan suara keras, bahkan merasa cemas saat berada di tempat umum. Kondisi tersebut, menurutnya, juga disaksikan oleh sejumlah orang di sekitarnya.

 

Dalam persidangan, ia menyampaikan kepada majelis hakim bahwa terdapat perbedaan pandangan terkait waktu perpisahan dalam rumah tangga mereka. Ia juga menyinggung adanya aturan internal peradilan yang mengatur syarat waktu pisah ranjang sebelum perceraian diputus.

 

Selain itu, ia mempertanyakan sejumlah hal terkait pembagian harta bersama. Menurut keterangannya, terdapat aset yang status kepemilikannya masih diperdebatkan karena disebut berkaitan dengan keluarga besar.

 

Ia juga menyoroti proses pemberian rekomendasi psikologis yang digunakan dalam persidangan. Menurut pengakuannya, rekomendasi tersebut diberikan berdasarkan laporan salah satu pihak tanpa adanya wawancara langsung terhadap dirinya.

 

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai sejumlah hal yang disampaikan tersebut.

Ads

Ad Banner
Diberdayakan oleh Blogger.