test

Pengakuan Maya IBN Terkait Surat Kuasa dan Komunikasi Melalui Kuasa Hukum


 

Maya IBN mengungkapkan bahwa setelah menerima informasi mengenai rencana perceraian, ia sempat ditawari menggunakan kuasa hukum yang disebut direkomendasikan oleh pihak suaminya.

 

Menurut pengakuannya, ia mempertimbangkan tawaran tersebut, namun akhirnya memilih mencari kuasa hukum secara independen.

 

“Saya memilih pengacara sendiri untuk memastikan pendampingan hukum berjalan objektif,” ujarnya.

 

Ia menyebut sempat berkonsultasi dengan dua pengacara, salah satunya melalui rekomendasi rekan notaris. Dalam pertemuan awal, ia mengaku mendapatkan keyakinan bahwa hak-haknya akan diperjuangkan secara maksimal.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahap awal terdapat sebuah proposal kesepakatan yang ditawarkan oleh pihak suami. Namun, kuasa hukumnya saat itu menyarankan agar kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk akta notaris agar memiliki kekuatan hukum yang lebih jelas.

 

Menurut penuturannya, dalam proses berikutnya muncul persoalan terkait biaya penanganan perkara. Ia menyebut kuasa hukumnya meminta biaya tertentu untuk pengajuan gugatan. Dalam perkembangannya, ia mengaku mengetahui adanya pemberian dana dari pihak suami kepada kuasa hukum tersebut.

 

“Setelah itu, menurut saya ada perubahan sikap dalam proses pendampingan,” katanya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat dokumen kesepakatan yang muncul tanpa ia merasa dilibatkan secara penuh dalam pembahasannya. Dokumen tersebut, menurut pengakuannya, memuat sejumlah poin yang berbeda dari proposal awal.

 

“Saya merasa isi akta tidak sepenuhnya sesuai dengan proposal yang pertama diberikan,” tuturnya.

 

Dalam periode tersebut, ia mengaku tengah mengalami gangguan kesehatan serius dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia menyatakan kondisi finansialnya saat itu terbatas dan membutuhkan biaya pengobatan.

 

Menurut pengakuannya, terdapat pembicaraan bahwa sejumlah biaya akan dipenuhi setelah adanya penandatanganan dokumen kesepakatan.

 

Keluarganya menyarankan agar dirinya memprioritaskan kondisi kesehatan.

 

“Keluarga saya bilang, yang penting keselamatan dan kesehatan dulu,” ujarnya.

 

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak lain terkait pernyataan tersebut. Proses hukum perceraian sendiri telah berjalan melalui mekanise peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ads

Ad Banner
Diberdayakan oleh Blogger.