Maya IBN Ungkap Soal Sengketa Harta dan Perbedaan Pandangan Soal Kebahagiaan Warnai Proses Perceraian
Maya IBN mengungkapkan alasannya tidak menerima
pembagian aset sebagaimana tercantum dalam akta kesepakatan perceraian. Menurut
pengakuannya, sebagian aset yang dimasukkan dalam kategori harta bersama
sebenarnya merupakan warisan keluarga.
“Sebagian tanah itu adalah warisan dari orang tua
saya, bukan hasil kerja bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat pernyataan
yang menyebut aset tersebut sebagai hasil kerja sama selama pernikahan. Namun,
menurut versinya, tidak seluruhnya demikian.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa sebelum berpisah,
mantan suaminya sempat meminta dokumen-dokumen tertentu, termasuk akta dan
pembayaran pajak tanah. Ia mengaku tidak menaruh kecurigaan saat itu.
“Saya diminta mengeluarkan semua akta karena katanya
pajaknya mau dibayarkan. Saya tidak terpikir kalau itu kemudian diklaim sebagai
harta bersama,” tuturnya.
Ia juga menyebut adanya janji yang disampaikan sebelum
perceraian terkait jaminan tempat usaha agar ia tetap memiliki standar hidup
yang layak. Namun, menurut pengakuannya, realisasi dari janji tersebut tidak ia
rasakan setelah perceraian terjadi.
Selain persoalan aset, ia mengungkapkan adanya
perbedaan pandangan dalam rumah tangga terkait kebahagiaan. Ia menyebut
pasangannya beberapa kali menyatakan tidak bahagia dalam pernikahan.
“Saya tanya, tidak bahagianya karena apa? Kalau memang
ada yang kurang, mari kita cari solusi,” katanya.
Menurutnya, ia tidak pernah mendapatkan penjelasan
yang jelas mengenai hal tersebut. Ia juga mengingat kembali pernyataan
pasangannya pada masa awal hubungan yang menginginkan dirinya memiliki karakter
yang serupa.
“Dia pernah bilang ingin semua karakter saya berubah
menjadi seperti dia,” ujarnya.
Namun, ia berpendapat bahwa karakter seseorang tidak
dapat diubah sepenuhnya karena merupakan bagian dari kepribadian dasar. Ia
merasa telah diterima apa adanya saat memutuskan menikah, sehingga pernyataan
mengenai ketidaksempurnaan menjadi hal yang membingungkannya.
“Kalau sejak awal sudah menerima, kenapa kemudian
mengatakan tidak bahagia karena saya tidak sempurna?” tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan
resmi dari pihak lain terkait pernyataan tersebut. Perbedaan pandangan ini
menjadi bagian dari dinamika yang terungkap dalam proses perceraian yang telah
diputus pengadilan.
.jpeg)